PENGUATAN KOMPETENSI CALON PEMANDU WISATA MELALUI PELATIHAN TERINTEGRASI TEKNIK KEPEMANDUAN DAN ENGLISH FOR TOUR GUIDING
english for tour guiding, kompetensi pemandu wisata, pariwisata berbasis masyarakat, pelatihan terintegrasi, teknik dasar kepemanduan
Abstract
Kawasan Wisata Menoreh terus mengembangkan produk wisata berbasis alam, budaya, dan edukasi sehingga membutuhkan calon pemandu wisata yang memiliki kompetensi kepemanduan dan kemampuan komunikasi berbahasa Inggris. Namun, sebagian besar calon pemandu belum pernah mengikuti pelatihan formal sehingga penguasaan Teknik Dasar Kepemanduan dan English for Tour Guiding masih terbatas. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi calon pemandu wisata melalui pelatihan terintegrasi yang mengombinasikan Teknik Dasar Kepemanduan dengan English for Tour Guiding. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, implementasi, dan evaluasi. Pelatihan diikuti oleh 24 calon pemandu wisata di Kawasan Wisata Menoreh melalui ceramah interaktif, diskusi, penyusunan guide script, simulasi kepemanduan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta observasi selama simulasi untuk menilai keterampilan peserta. Hasil menunjukkan bahwa persentase peserta yang memperoleh nilai ≥70 meningkat dari 29% pada pre-test menjadi 100% pada post-test. Nilai rata-rata meningkat dari 58,75 menjadi 90,83, sedangkan standar deviasi menurun dari 14,24 menjadi 7,17 yang menunjukkan peningkatan kompetensi yang lebih merata. Hasil observasi juga menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam menerapkan tahapan kepemanduan secara sistematis, menyampaikan informasi mengenai objek wisata dengan lebih terstruktur serta menggunakan ungkapan Bahasa Inggris sesuai konteks kepemanduan. Dengan demikian, pelatihan terintegrasi Teknik Dasar Kepemanduan dan English For Tour Guiding terbukti efektif dalam memperkuat kompetensi calon pemandu wisata dan berpotensi mendukung peningkatan kualitas pelayanan serta daya saing destinasi wisata berbasis masyarakat.



