PELESTARIAN SENI DAN BUDAYA LOKAL MELALUI EVENT TELULIKUR CULTURE FEST SEBAGAI MEDIA EDUKASI MASYARAKAT DI YOGYAKARTA
event budaya, komunitas, partisipatif, pelestarian budaya, pengabdian masyarakat
Abstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung pelestarian budaya lokal melalui penyelenggaraan event berbasis komunitas bertajuk TELULIKUR Culture Fest yang dilaksanakan pada 24–25 Januari 2026 di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta. Program ini terintegrasi dengan Project Akhir Mata Kuliah MICE dan dirancang sebagai media edukasi, ekspresi seni, serta interaksi antara perguruan tinggi, komunitas budaya, dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis komunitas dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, yang melibatkan dosen, mahasiswa, pelaku seni, serta pengelola ruang budaya sebagai mitra aktif. Bentuk kegiatan meliputi pertunjukan tari tradisional dan kreasi, kompetisi mahasiswa, expo budaya dan produk kreatif, serta talkshow budaya dan ekonomi kreatif. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya ruang ekspresi bagi komunitas seni, bertambahnya literasi budaya pengunjung, serta menguatnya kapasitas mahasiswa dalam pengelolaan event budaya. Partisipasi mitra yang tinggi menjadi faktor kunci keberhasilan program. Kegiatan ini membuktikan bahwa festival budaya berbasis kolaborasi akademik dan komunitas efektif sebagai model pengabdian masyarakat untuk pelestarian budaya berkelanjutan.



