DARI PELATIHAN KE KEMANDIRIAN: PENDAMPINGAN PEREMPUAN DESA WISATA DALAM MEWUJUDKAN PARIWISATA BERKELANJUTAN BERBASIS SDGs
kemandirian, pariwisata berkelanjutan, pendampingan, SDGs
Abstract
Pendampingan masyarakat menuntut pendekatan jangka panjang yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pemahaman dan keterampilan, tetapi juga pada penguatan kemandirian dan keberlanjutan. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan dan merefleksikan proses pendampingan perempuan di desa ekowisata Pancoh selama lebih dari tiga tahun melalui berbagai program peningkatan kapasitas, meliputi pengelolaan desa wisata, pelayanan prima, pemandu wisata, pengelolaan homestay, pengembangan kemasan produk UMKM, literasi keuangan, literasi digital dan digital marketing. Metode pengabdian menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif dan berkelanjutan dengan melibatkan kelompok perempuan sebagai aktor utama. Hasil pendampingan menunjukkan terjadinya peningkatan kapasitas individu dan kelembagaan perempuan desa, tumbuhnya usaha ekonomi produktif berbasis pariwisata, serta meningkatnya peran perempuan dalam tata kelola desa wisata dan kelembagaan. Pendampingan ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Artikel ini menegaskan bahwa pendampingan jangka panjang yang terintegrasi mampu mendorong transformasi perempuan dari peserta pelatihan menjadi pelaku utama pembangunan desa wisata berkelanjutan.



