BREGADA DARI SIMBOL KRATON KE WARISAN BUDAYA KOMUNITAS
Bregada, budaya lokal, Pembangunan berkelanjutan, Dies Natalis Stieparapi
Abstract
Bregada merupakan pasukan prajurit tradisional yang menjadi bagian dari upacara adat Keraton Yogyakarta. Namun di tengah arus modernisasi, eksistensi Bregada mulai kehilangan relevansi di Masyarakat. Bregada dikomodifikasi di era globalisasi untuk kebutuhan pariwisata. Permasalahannya adalah, bagaimana strategi yang perlu dikembangkan agar kesenian tradisional sebagai subjek kearifan lokal masyarakat, pendukungnya tetap telindungi, dan di sisi lain ia diharapkan bisa mengakomodasi tuntutan globalisasi ekonomi yang memberi nilai tambah baik ekonomi maupun sosial. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi peran Bregada agar tidak hanya menjadi simbol seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya komunitas. Metode yang dilakukan meliputi sosialisasi budaya, memberikan ruang tampil, digitalisasi dokumentasi budaya, serta penguatan peran sosial Bregada di komunitas. Kegiatan ini diintegrasikan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan terkait kota dan komunitas berkelanjutan. Hasilnya, diharapkan terbentuk komunitas Bregada di lingkungan masyarakat yang aktif dalam pelestarian budaya sekaligus partisipasi Masyarakat berkontribusi pada harmoni sosial. Pelestarian budaya Bregada diharapkan menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan berbasis komunitas.



